Perbedaan aki basah dan kering pemula
EDITOR PICK

Perbedaan Aki Basah dan Kering Bagi Pemula

Perbedaan Aki basah dan Kering – Semua jenis kendaraan baik itu sepeda motor maupun mobil, tentu memiliki aki untuk pensuplai sistem kelistrikannya. Selain itu jenis aki pada kendaraan terdiri dari dua macam yaitu basah dan kering.

Meski begitu masih saja banyak orang yang belum mengerti perbedaan aki basah dan kering, terutama pemula yang baru membeli unit kendaraan.

Bedanya aki basah dan kering ini terdapat pada pemakaian cairan elektroda atau yang dikenal dengan air aki. Secara garis besar aki kering tetap pakai cairan eletroda namun lebih padat seperti gel. Sedangkan aki basah cairan elektroda lebih terlihat encer, hampir mirip dengan air.

Baca juga :

Sampai di sini anda sudah mengerti sobat otoberita?

Apabila sudah, maka kita lanjut pembahasan tentang aki basah dan kering. Pada umumnya mereka pemilik kendaraan sempat di bingungkan dengan pertanyaan yaitu, aki basah dan kering bagus mana?

Nah, untuk itu berikut pengertian aki basah dan kering agar nanti bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Jenis Aki Kendaraan

Aki Basah

Aki Basah Kendaraan

Secara desain atau tampilan aki basah cenderung memakai tempat yang semi transparan. Mengapa demikian?

Dengan adanya tempat aki transparan bertujuan untuk lebih mudahnya dalam memantau kondisi kadar air aki di dalamnya. Seperti yang telah kita ketahui air aki disebut dengan air zuur, yang mana cairan itu memiliki fungsi sebagai perendam.

Sehingga komponen cell-cell di dalam bagian aki bisa terendam seluruhnya dengan air zuur. Untuk itulah wadah aki basah selalu pakai yang transparan.

Selain itu sebagai pemilik kendaraan, sudah barang wajib untuk secara rutin mengecek kondisi air aki. Sudahkah di ambang batas maksimal atau malah di bawah batas minimum. Sebab semua cell harus terendam secara sempurna agar kinerjanya lebih optimal.

Setidaknya dalam pengecekan aki basah dilakukan minimal satu bulan sekali. Tambahkan air aki apabila kondisinya sudah di batas lower hingga menuju upper, terlebih pakai air destilasi bukan air zuur yang banyak dijual di toko onderdil mobil maupun motor.

Lantas, apa sih bedanya Air Destilasi dengan Air Zuur?

  • Air Destilasi

Air itu dibuat dari penyulingan dengan metode pemisahan bahan zat kimia yang lebih mudah menguap. Kemudian hasil uap tersebut akan di dinginkan dalam bentuk cairan. Kemasan botol air destilasi biasanya tutup botol warna merah.

  • Air Zuur

Sedangkan air zuur atau dikenal dengan air aki keras. Air ini hanya di isikan ke dalam aki basah untuk pertama kali saja, ketika aki dalam keadaan kosong.

Lantaran zuur mempunyai kadar elektrolit yang tinggi berupa asam sulfat. Rumus kimia asam sulfat sendiri ialah H2SO4, yang mana air ini dapat menyimpan serta menghantarkan arus listrik. Untuk kemasan botol air zuur biasanya tutupnya berwarna biru.

Aki Kering

Aki Kering Kendaraan

Jenis aki kering ini merupakan hasil pengembangan dari aki tipe basah. Dan wadah aki kering umumnya lebih berwarna gelap. Sehingga anda tidak bisa melihat isi bagian dalam aki kering, serta tidak adanya lubang pengisian air aki di atasnya.

Lantas, apa perbedaan aki basah dan kering yang lainnya?

Secara umum aki kering mempunyai jeroan berwujud gel. Sehingga tak heran tingkat penguapan gel di dalam aki kering sangatlah kecil. Maka volume gel lebih terjaga tidak mudah menguap seperti aki basah yang pakai cairan encer.

Selain itu ada juga kelebihan aki basah dan garing yang perlu anda ketahui. Salah satunya yaitu MF (Maintenance Free) yang mana anda terbebas dari perawatan rutin, ini berlaku pada aki kering.

Jadi penggunaan aki garing jauh lebih mudah dan simple di bandingkan dengan aki basah. Anda tinggal pakai saja, apabila rusak langsung saja ganti aki kering yang baru.

Selain itu keunggulan masa pakai atau usia aki kering jauh lebih tahan lama bila di bandingkan dengan jenis aki basah. Untuk aki basah usianya hanya bertahan satu tahun saja, sedangkan aki kering bisa mencapai 3 hingga 4 tahunan.

Sedangkan kekurangan aki basah dan garing terdapat pada perawatannya saja. Aki basah harus rutin membersihkan kutub negatif dan positif, serta mengisi air aki jika sudah di batas lower.

Sementara itu juga perlu melakukan charger aki basah dan garing, apabila daya kelistrikan di rasa sudah menurun. Cukup dengan durasi 2 jam saja untuk charger atau pengisiannya.

Harga Aki Basah dan Kering

Berbicara soal harga aki basah dan kering, sudah jelas jenis aki kering jauh lebih mahal dari pada aki basah. Biasanya harganya terpaut dua kali lipatnya.

Misalnya saja, aki basah tipe 85 ampere di labeli harga Rp 700 ribu sampai Rp 1 juta. Maka untuk jenis aki kering bisa mencapai Rp 1,5 juta sampai Rp 3 jutaan per unit aki.

Hal ini terkait masa usia pakai serta perawatan jenis aki yang berbeda. Lantas, anda pilih aki basah atau aki kering untuk kendaraan kesayangan? Yuk komentar di bawah ini sobat otoberita.

Baca juga :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *